Berapa banyak lampu darurat yang dapat dipasang pada suatu sirkuit?

Oct 18, 2024

Tinggalkan pesan

1, Dampak daya dukung sirkuit
Daya dukung suatu rangkaian, yaitu arus dan daya pengenalnya, merupakan faktor utama yang menentukan jumlah lampu darurat yang dipasang. Setiap sirkuit memiliki batas atas spesifiknya, jika melebihi batas tersebut dapat menyebabkan beban berlebih pada sirkuit dan menimbulkan bahaya keselamatan. Oleh karena itu, ketika merancang sistem penerangan darurat, perlu dipastikan bahwa daya total lampu pada setiap rangkaian tidak melebihi daya pengenal rangkaian.
Secara khusus, arus pengenal dan daya suatu rangkaian bergantung pada spesifikasi dan diameter kabel, serta desain keseluruhan sistem catu daya. Dalam keadaan normal, spesifikasi kabel dan diameter sistem penerangan darurat dipilih berdasarkan arus beban yang diharapkan untuk memastikan pengoperasian sirkuit yang aman. Pada saat yang sama, keseluruhan desain sistem pasokan listrik juga akan mempertimbangkan kebutuhan akan penerangan darurat, memastikan bahwa penerangan tersebut dapat diaktifkan dengan cepat dan memberikan penerangan yang cukup dalam situasi darurat.
2, Pertimbangan daya pengenal perlengkapan pencahayaan
Nilai daya lampu darurat merupakan faktor kunci lainnya. Berbagai jenis perlengkapan penerangan darurat memiliki daya pengenal yang berbeda, yang secara langsung mempengaruhi jumlah perlengkapan yang dapat dipasang di setiap sirkuit. Secara umum, daya pengenal lampu darurat mencakup lampu penanda konvensional DC24V (kurang dari atau sama dengan 1W), lampu penerangan evakuasi DC24V (2W, 3W, 5W, dll.).
Menurut standar GB51348-2019, ketika perlengkapan penerangan dipasang di tanah, setiap sirkuit tidak boleh melebihi 64 lampu; Jika perlengkapan penerangan dipasang di dinding atau langit-langit, setiap sirkuit tidak boleh melebihi 25 lampu. Peraturan ini didasarkan pada pertimbangan komprehensif dari beberapa faktor seperti daya pengenal lampu, arus pengenal yang diijinkan dari rangkaian, dan tata letak rangkaian. Dalam penerapan praktis, perlu dipastikan bahwa daya total lampu pada setiap rangkaian tidak melebihi daya pengenal rangkaian untuk menghindari beban berlebih pada rangkaian.
3, Batasan spesifikasi dan panjang kawat
Spesifikasi dan panjang kabel juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi jumlah instalasi lampu darurat. Spesifikasi suatu kawat menentukan kapasitas arusnya, sedangkan panjang kawat mempengaruhi hambatan dan penurunan tegangan. Kabel yang lebih panjang dapat meningkatkan resistansi dan penurunan tegangan, sehingga mempengaruhi kapasitas catu daya rangkaian.
Oleh karena itu, ketika merancang sistem penerangan darurat, perlu mempertimbangkan sepenuhnya spesifikasi dan panjang kabel. Memilih kabel dengan spesifikasi yang sesuai dapat memastikan bahwa kapasitas arus rangkaian memenuhi persyaratan, sementara mengontrol panjang kabel secara wajar dapat mengurangi dampak hambatan dan penurunan tegangan. Selain itu, untuk menjamin keamanan dan keandalan sirkuit, margin tertentu biasanya diberikan untuk menghindari kekurangan daya dalam situasi darurat.
4, Batasan peraturan dan standar keselamatan
Saat merancang dan memasang sistem penerangan darurat, peraturan dan standar keselamatan yang relevan juga harus dipatuhi. Peraturan dan standar ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan keandalan sistem penerangan darurat, serta kemampuan untuk menyediakan penerangan yang cukup dalam situasi darurat.
Menurut ketentuan standar GB51309-2018 yang relevan, terdapat peraturan yang jelas mengenai jumlah, jangkauan, daya pengenal, dan arus pengenal dari setiap sirkuit distribusi yang dilengkapi dengan perlengkapan penerangan. Misalnya, jumlah lampu yang tersambung tidak boleh melebihi 60, dan total daya pengenal lampu yang tersambung tidak boleh melebihi 80% dari daya pengenal rangkaian distribusi. Peraturan ini bertujuan untuk memastikan pengoperasian sirkuit yang aman dan menghindari bahaya keselamatan seperti kelebihan beban dan korsleting.
Selain itu, lokasi pemasangan, jarak, dan jangkauan penerangan lampu darurat juga harus mematuhi peraturan dan standar keselamatan terkait. Misalnya, pada jalur evakuasi darurat seperti jalur keluar, tangga, koridor, dll., jarak antar lampu darurat biasanya 10-20 meter untuk memastikan rute tersebut terlihat jelas dalam situasi darurat.
5, Pertimbangan komprehensif dalam aplikasi praktis
Dalam penerapan praktisnya, menentukan berapa banyak lampu darurat yang dapat dipasang di suatu sirkuit memerlukan pertimbangan komprehensif atas berbagai faktor. Hal ini mencakup daya dukung sirkuit, daya pengenal perlengkapan penerangan, spesifikasi dan panjang kabel, serta peraturan dan standar keselamatan. Pada saat yang sama, faktor-faktor seperti sifat penggunaan, luas, ketinggian, dan kebutuhan evakuasi bangunan juga perlu dipertimbangkan.
Misalnya, di gedung-gedung bertingkat, karena banyaknya lantai dan padatnya populasi, perlu dipasang lebih banyak lampu darurat untuk menjamin keselamatan evakuasi dalam situasi darurat. Di beberapa bangunan kecil, mungkin hanya perlu memasang sejumlah kecil lampu darurat untuk memenuhi kebutuhan.
Oleh karena itu, ketika merancang sistem penerangan darurat, perlu untuk memahami sepenuhnya situasi aktual dan kebutuhan bangunan, serta melakukan analisis dan perhitungan yang komprehensif. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif, tentukan jumlah yang masuk akal dan rencana tata letak pemasangan lampu darurat untuk memastikan pencahayaan yang cukup dan instruksi evakuasi dapat diberikan dalam situasi darurat.
 

Kirim permintaan
Hubungi kamiJika ada pertanyaan

Anda dapat menghubungi kami melalui telepon, email atau formulir online di bawah ini. Spesialis kami akan segera menghubungi Anda kembali.

Hubungi sekarang!